poster-post copy

Hari minggu tanggal 17 april kemarin, Sumedang Creative Forum menyelenggarakan kegiatan meetup Ngariung untuk kedua kalinya. Kali ini kita diselenggarakan di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci, sengaja memilih tempat terbuka hijau supaya bisa mengundang lebih banyak komunitas untuk bisa menampilkan kreatifitas mereka. Komunitas yang hadir menampilkan unjuk kabisa diantaranya:

Angklung Tilu

Merupakan ekstrakulikuler di SMAN 3 Sumedang. Mereka pernah berpartisipasi pada Pasanggiri Angklung Jawa Barat Tahun 2015.

Tandang Creative Community

tandang copy2
Dok. Sumedang Creative Forum

Merupakan salah satu wadah pengembangan bakat untuk aktris/aktor pemula. Di Ngariung #2 ini, mereka menampilkan tarian Bajidor kahot secara group dan satu tari tradisional tunggal. Beberapa kali TCC juga menyelenggarakan kegiatan di Gunung Kunci Sumedang seperti modeling, fashion show dan pembuatan video clip untuk lagu Sumedang Tandang yang mereka ciptakan.

Karinding Harisbaya

Mereka adalah kelomok anak muda yang berkegiatan melestarikan kesenian traditional bambu, Karinding. Untuk bisa bergabung menjadi pemain karinding utama di Karinding Harisbaya, mereka melakukan audisi. Sampe seserius itu loh.

Di Ngariung sebelumnya, kita membahas kreatifitas secara general, kini di Ngariung kedua, kita memfokuskan topik obrolan ke seni budaya yang mengundang tiga narasumber. Berikut summary dari tiap narasumber.

Ir. Hendi S. Gumilar, M.Si. (Kepala UPTD Tahura Gunung Kunci)

Sejak tahun 2004, Gunung kunci menjadi Taman Hutan Raya dan mulai dikelola langsung oleh pemerintah Sumedang pada tahun 2011. Kita perlu bangga loh karena di Jawa Barat, hanya ada 3 Tahura, yaitu Tahura Djuanda di Bandung, Tahura Pancoran Mas di Depok dan Tahura Gunung Kunci di Sumedang. Pihak Gunung Kunci terbuka jika teman-teman komunitas ingin menggunakan tempat tersebut untuk berkumpul dan berkarya kreatif.

Ahadian Hadikusumah (Manajer Sales & Marketing Saung Angklung Udjo Bandung)

Kang Ahadian adalah orang Sumedang asli yang konsisten berkontribusi untuk seni dan budaya Sunda bersama Saung Angklung Udjo. Juga telah keliling dunia untuk menduniakan angklung yang kini sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Dari presentasinya Kang Ahadian selama 30 menit, kang Ahadian memberikan banyak inspirasi dan insight. Salah satunya memperkenalkan istilah Culture Entrepreneurship, yaitu sebuah bisnis yang melestarikan budaya. Menurut Kang Ahadian, Sumedang bisa menduplikasi apa yang sudah berhasil dijalankan selama 50 tahun ini oleh Saung Angklung Udjo. Salah satu potensi yang bisa mulai dieksplor di Sumedang adalah wisata sejarahnya.

Rd. Fadli A. R. Sumawilaga (Musisi, Ramuda Ethnic Perfomer)

Sebagai musisi yang bergabung di Ramuda Ethnic Perfomer yang pernah berpartisipasi di berbagai festival musik ethnic ini, Kang Fadli menyarankan untuk anak muda bisa mulai berkarya dimulai dengan memanfaatkan hal yang sudah ada, seperti sosial media.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Sampai jumpa di Ngariung selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *